Harga Bensin Eceran Mulai Stabil

Harga bahan bakar minyak di tingkat pengecer di Kota Namlea, Kabupaten Buru mulai stabil. Meski masih tergolong mahal Rp 6000-Rp 7000 per liter harga premium di tingkat pengecer ini

jauh lebih rendah dari beberapa bulan terakhir yang mencapai Rp 30.000 per liter kemudian turun dikisaran harga Rp 15.000-Rp 10.000 per liter.

Kenaikan harga setahun terakhir ini terjadi pasca beroperasinya tambang emas illegal di kawasab Gunung Botak, Kecamatan Waeapo, Buru.

Turunnya harga premium di tingkat pengecer ini membuat warga tidak perlu antri berjam-jam di SPBU Namlea untuk membeli bensin. Pantauan Ambon Ekspres sudah sepekan ini tidak terlihat lagi antrian panjang di satu-satunya SPBU yang berada di Buru.

Salah satu penjual BBM yang ditemui Ambon Ekspres di Namlea menyebutkan, ia kini menjual bensin Rp 6000 per liter. “Karena bensin yang dijual ini sudah tidak diambil dari tangan ke tangan, berbeda dengan sebelumnya saat tambang emas masih beroperasi,” ungkapnya, Kamis (27/12).

Ia kini telah dapat membeli bensin langsung di SPBU dengan mengantri menggunakan motor.
“Kini sudah tidak susah mengantri di SPBU lagi. Sudah tidak ada antrian panjang. Makanya saya memilih untuk tidak membeli bensin dari tangan ke tangan seperti sebelumnya,” jelasnya.

Turunnya harga BBM di tingkat pengecer ini disambut gembira masyarakat Buru. “Iya tentu kami senang, karena sudah tidak antri lama lagi di SPBU untuk membeli BBM,” ujar sejumlah warga Kota Namlea

(ambonekspress)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s