Soal Penangkapan 1 Kontainer Sianida

Polda Maluku sampai kemarin masih irit bicara dalam pengungkapan kasus penyelundupan sianida di Namlea, Kabupaten Buru. Sianida itu diduga akan dipasok untuk kepentingan penambangan emas di Gunung Botak maupun beberapa tambang emas lainnya di Buru.

Informasi yang berhasil dihimpun Ambon Ekspres, sejak akhir Desember tahun lalu, sebagian penambang sudah mulai beraktivitas kembali. Mereka lebih banyak mengambil sip malam, karena lebih aman dan tidak diketahui oleh pihak pemerintah. Padahal jalur ke Gunung Botak dijaga ketat TNI dan Polri.

Dugaan semakin kuat dengan maraknya pasokan sianida dan mercuri ke Buru baik secara legal maupun illegal. Untuk illegal saja polisi bisa menangkap mereka, tapi setelah ijin sudah diperoleh, sianida maupun mercuri bisa masuk lagi ke pulau yang dulu berjulukan pulau minyak kayu putih ini.

“Suatu saat jika pemilik dari barang-barang yang disita sudah mengantongi ijin, maka barang miliknya bisa diambil kembali,” kata Kapolres Buru AKBP Wahyu Widarso. Padahal sampai kemarin, tambang emas Gunung Botak sudah ditutup untuk umum.

Pada akhir Desember lalu, polisi menangkap barang bukti satu container sianida. Mereka sudah memasang police line, tapi kasus itu kemudian dialihkan Ditreskrimsus Polda Maluku. “Kita hanya ditugaskan untuk mengamankan barang buktinya. Barang buktinya kita pasang police line, sementara untuk proses penyelidikannya dilakukan oleh polda,” terang Kapolres kemarin.

Pihaknya sampai saat ini belum mengetahui berapa jumlah bahan kimia berat (B2) sianida yang masih diamankan di Dermaga Namlea itu, karena pemeriksaan belum dilakukan mereka. Perwira dengan dua melati dipundaknya ini juga enggan berkomentar seputar proses penyitaan barang bukti maupun pemiliknya, dengan alasan menjadi kewenangan Polda Maluku.

“Barang buktinya hanya dititipkan ke kita, jumlahnya juga kita belum ukur berapa banyak. Untuk proses penyelidikan dan lainnya nanti dikonfirmasi saja ke Polda (Ditreskrimsus), karena Polda yang melakukan penyelidikan,” jelasnya.

Polres Buru kata dia, juga akan berkordinasi dengan Ditreskrimsus agar barang bukti tersebut dapat diamankan di Polda Maluku. Kasus ini masuh Ditreskrimsus karena adanya ketidakbenaran soal perijinan barang bukti. Pasalnya perijinan dikantongi pemilik tanpa sepengetahuan Gubernur Maluku.

Terpisah Direktur Reserse dan Kriminal Khusus Polda Maluku Kombes Pol Sulistiono menjelaskan, pihaknya masih melakukan penyelidikan. Ketika disinggung apa alasan sehingga barang tersebut ditahan dan identitas pemilik sianida, dia mengaku masih dalam proses sidik. “Masih kita sidik, dia memiliki surat-surat (cianida-red), tetapi masih kita selidiki,” jelasnya melalui telepon, kemarin.

Perwira dengan tiga melati dipundaknya ini juga enggan untuk menjelaskan sejauh mana pihaknya melakukan proses penyelidikan terkait kasus tersebut, padahal sudah cukup lama kasus ini ditangani Ditreskrimsus namun sampai saat ini belum ada titik terang terkait proses penyelidikannya

ambonekspres

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s